Arti Teman

Burung gelatik terbang
di awan

Muda belia menangkap
ikan

Baik-baik bila
berkawan

Akhlak mulia mesti
diutamakan

Saya punya teman seorang mahasiswa universitas swasta terkemuka di kota Solo, sebut saja Budi. Singkat cerita pada suatu kisahnya, dia kehilangan kunci sepeda motornya saat beranjak pulang ke rumah. Saat itu keadaan kampusnya sudah sepi karena langit sudah beranjak mendekati malam hari. Karena ia ingat belum sholat maghrib, maka ia kemudian sholat maghrib terlebih dahulu di mushola. Setelah sholat, ia tambah bingung. Keadaan sekitar semakin sepi. Ia lihat dari kejauhan motornya sendirian nestapa. Lalu, ia coba menanyakan kepada petugas satpam piket yang ada di kampusnya, apakah dia melihat dan menemukan kunci yang hilang apa tidak. Sayang, sang satpam merasa tidak menemukan ada sebuah kunci motor yang hilang sejak sore.
Bingung dengan keadaan dan waktu yang sudah memasuki waktu isya’, terlintas dalam pikirannya untuk meng-sms temannya. Tapi ia sempat berpikir ”apakah mungkin temannya mau membantu saya…., rumahnya kan jauh. 15 km dari kampus.” pikirnya. Tak salah kalau mencoba. Maka ia coba sms ke temannya waktu SMA dahulu yang kuliah di sebuah universitas negeri di kota Solo, sebut saja Ahmad. Gayung bersambut, temannya yang kuliah di universitas negeri tersebut bersedia membantu. Ahmad pun membawa segala perlengkapan mulai obeng dan sebagainya menuju ke kampus Budi untuk mencoba membuka motornya yang terkunci. Budi kaget bukan kepalang, yang datang ternyata tak hanya Ahmad, tetapi juga teman-teman SMA-nya dahulu yang sering terlibat dalam pergaulan sehari-hari. Semuanya yang datang ada 3 orang. Awalnya, mereka berusaha mencari terlebih dahulu kunci motor di tempat-tempat yang kemungkinan kunci tersebut bisa terjatuh atau tertinggal. Alasannya, lebih baik mencari kunci tersebut terlebih dahulu daripada merusak motor untuk membuka kunci. Dengan berbekal senter, mereka susuri taman kampus, toilet-toilet kampus yang gelap tak berlampu, dan ruangan-ruangan kuliah serta lobi kampus. Hasilnya nihil. Selanjutnya mereka tak punya alternatif pilihan, kecuali membuka paksa motor yang terkunci. Namun berselang menit, mereka melihat ada sebuah kertas bertulis: ”BAGI YANG MERASA KEHILANGAN KUNCI MOTOR SEGERA HUBUNGI SAYA DI 081XXXXXX”. Sesaat kemudian, senyum muncul di antara mereka.
***
Keberadaan teman terlebih sahabat pada sebagian orang terkadang seolah bermakna saudara kandung. Tak sedikit diantara kita yang memiliki teman. Dari sejak kita keluar dari rahim ibu kita, kita sudah memiliki teman. Kemudian saat kita masuk ke taman kanak-kanan, kita pun mengenal puluhan teman. Ketika berada di bangku sekolah dasar, smp, dan smu, tak ada bedanya, kita juga memiliki ratusan teman. Tak hanya teman mungkin, tapi lebih dari itu. Bagi sebagian orang ketika memasuki masa pubertas, ada yang menjadikan diantara teman-teman itu sebagai teman yang spesial.
Banyak orang yang menjadi baik karena memiliki teman yang baik. Namun tak sedikit pula yang memilih menjadi penjahat karena temannya adalah para penjahat. Ada sebuah ungkapan yang menyatakan, ”lihatlah seseorang dari temannya, kalau temannya baik maka dia baik, kalau temannya buruk maka dia seperti itu”. Entah hal itu benar atau tidak, tapi hampir pasti benar.
Lalu, apakah arti sejatinya teman atau kawan atau sahabat? Saya punya beberapa kawan yang seringkali marah kalau temannya yang lain mengatakan sesuatu yang mereka benci. Atau menjadi marah jika ada temannya tidak mendukung sesuatu sebagaimana yang dia inginkan.
A ingin sekali menjadi model. Oleh temannya, B, keinginan A tersebut justru ditolak. A pun marah dan menjadi benci karena menganggap B tidak mendukung keinginannya. A berpikir, ”mana ada seorang sahabat yang justru menentang keinginan sobatnya?”.
Apakah seseorang harus selalu mengatakan ”ya, saya mendukungmu!” kepada sahabatnya untuk membuktikan bahwa dia adalah benar-benar sahabat sejatinya? Sempit sekali orang yang berpikir seperti ini. Sabahat adalah orang yang selalu tidak rela bila sahabatnya terjatuh dalam keburukan yang kemungkinan akan menimpanya. Jadi, tidak mungkin diakatakan sahabat jika ia selalu mendukung sepenuhnya keinginan sahabatnya. Justru dengan ”dukungan”nya tersebut seseorang berarti mendorong kepada kejelekan sahabatnya.
Sahabat haruslah mampu menjadi manis saat seseorang sedang merasakan pahit. Sahabat haruslah mampu mengatakan ”tidak” kepada sahabatnya jika memang hal yang ditolaknya tersebut menjadikan sahabatnya jatuh. Sahabat harus selalu mendukung sahabatnya selama sahabatnya tersebut berada dalam kebaikan.
”Sangat bodoh, orang yang menganggap seseorang sebagai sahabat karena pujian yang selalu diungkapkannya, karena selalu berkata ”ya” kepadanya dan selalu mendukung keinginannya.” (fikreatif) Sumber pantun: Muhammad Yong http://w3.spancity.com/yosri

2 Responses to “Arti Teman”

  1. mboh Says:

    pikiran paling bodoh yg pernah saya baca. seharusnya klo seseorang menginginkan jd seseuatu yg diinginkan dia tidak harus mendengarkan orang lain. sahabat yg tidak mau mensupport adalah seorang pecundang yg tidak mau melihat temannya sukses!
    baru lulus ya? selamt datang dunia nyata bung. dunia nyata ga seindah kuliahmu……

    welcome to the jungle.

  2. sarno Says:

    hey penghuni jungle……..

    aku gak punya sahabat, cuma kenal sama orang dilingkungan sekitarku aja si A si B si C. yaah….. kenal anjing gitulah. ketemu say hey apa kabar…… mo kabar buruk mo kabar happy what a hell i don’t give a shit……. knapa aku jd spt ini……. apa mungkin karena aku di didik dan dibesarkan lingkungan yang what a hell…. apa salahku….. mungkin aku yang salah, salah kenapa? salah karena aku bodo sebodo jack ass fucking crew…….. kok bodo…….karena aku jarang baca ajaran hidup……..kenapa? karena malas………kenapa malas?……karena menurutku banyak hal instan yang lebih menarik daripada membaca ajaran hidup…..apa hal instan yang menarik itu? nonton bokep, bikin face book, browsing youtube, ngrokok sambil berkayal punya duit banyak…….thats all hal instan yang lebih menarik daripada membaca…
    simpulkan sendiri…..

    cuma formalitas…. bahwa aku kenal kamu maka aku temanmu? apa itu teman?…….. kalau itu namanya taman…….yang kurasakan….. kamu gak peduli thd apa yang kupikirkan…….. this must be wrong god damn it………..
    brarti aku harus peduli pada setiap orang…………untuk memulainya…
    knapa harus dimulai dari diriku?……….siapa lagi kalo bukan kita sendiri yang mulai……. pake dong energimu untuk peduli……
    untuk apa???? ……biar punya sahabat karib????
    kalo sudah punya sahabat karib mo ngapain…….anjis pertaanyaan tolol
    nggak tolol kok……coba kalo kamu pinter dijawab!

    tapi pertama harus pedulikan dirimu sendiri……… gimana kamu bisa peduli orang lain kalo kamu gak peduli sama dirimu sendiri……….
    makin gak jelas…..
    gimana aku harus peduli kalo nafsuku besar…… nafsuku aja ga kesampean
    mimpiku banyak tapi tidak terwujud……. no body care
    aku gak punya duit…….. no body give a damn
    aku sial……..pada ketawa……..asu kabeh

    kesimpulan, manusia kebanyakan asu kabeh……..
    kecuali kamu…….
    gak mau jadi anjing kan?

    kalo gak mo jd anjing saratnya:

    1 peduli dulu sama dirimu: maksudnya dimatamu……di tujuan hidupmu kalo kamu punya tujuan hidup…….. jadilah orang yang care terhadap tujuan hidupmu……maka kamu kamu akan jadi orang yang baik dan care terhadap nasibmu nanti…………. ini pelajaran pertama tentang peduli

    2 setelah kamu belajar peduli pada dirimu, maksud peduli disini peduli ttg kebaikan……. maka keburukan yang ada di temenmu, kamu tidak akan suka….. kamu akan belajar ngomong sama temenmu, kemudian berani menasehati….tapi kalo kamu cerdas kamu bisa memberi conto bahwa hal itu tidak baik buat temenmu kamu…..karena conto lebih menyayat batu

    kesimpulan; persahabatan hanya berjalan bila 2 orang yang bersahabat beritikad untuk kemajuan dalam kebaikan, lain dr itu cuma tmen knal anjing
    kesimpulan lg;
    kalo ente gak ada komitment untuk pintar, berkorban waktu, korban peduli, berkorban perasaan, berkorban nraktir orang2 pelit dan aniaya terhadap dirinya sendiri, berkorban mendengarkan, berkorban tidak memotong pernyataan orang, berkorban untuk tidak menyombongkan gajimu, berkorban menahan komentar melecehkan dari mulutmu yang gatal dan bau gudal, berkorban untuk datang mengunjungi temenmu, berkorban untuk inisiatif memberi hadiah, berkorban untuk menemani temenmu yang hp nya ketinggalan di warung yang jarakny a 2kilo jalan kaki tp dengan wajah ceria……………. maka ente tidak akan pernah menemukan sahabat…….

    jd menemukan sahabat adalah dimulai dari dirimu sendiri……..layak nggak kamu mempunyai sahabat? kalo kamu rasa kamu nggak layak…..maka pantas aja kamu gak punya sahabat……cuma tmen kenal anjing doang……..guk………..guk juga……

    sahabat kok di cari ……..gak bakal ketemu……… kalo lo cari yang namanya sahabat…… maka kamu belum tau arti persahabatan….. persahabatan tidak dicari……….. tapi dilahirkan dari tinggkat kepedulianmu terhadap kebaikan dan kepedulian terhadap mahkluk tuhan yang lemah terhadap godaan nafsu setan alas.

    ya kudu lo sendiri yang mulai untuk membuat suatu persahabatan yang berkualitas, mau dan berani mengorbankan apapun demi kebaikan nu dan sahabatnmu, menyayat garis hidup, ikatan yang dalam, terukir dilangit, membuat yang diatas langit tersenyum…………

Leave a Reply