Deklarasi Perang
Saturday, March 24th, 2007| Rabu, 21 Maret 2007 | |
|
——————————————– Bismillahirrahmaanirrohiim Ø£ÙŽÙŽØ®Ù’Ø±ÙØ¬Ùوا Ø§Ù„Ù…ÙØ´Ù’رÙÙƒÙينَ Ù…ÙÙ† جَزÙيْرَة٠العَرَب٠Seruan Usamah bin Muhammad bin Ladin Kepada saudara-saudaranya kaum muslimin di seluruh dunia dan Jazirah arab secara khusus….. Sesungguhnya segala puji bagi hanyalah milik Allah, kami memujinya, memohon pertolongan kepada Nya, memohon ampunan kepada Nya, dan berlindung kepada Nya dari kejahatan diri kami dan keburukan amal perbuatan kami, barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Alloh maka tidak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Alloh maka tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepadanya. Aku bersaksi tidak ada ilah kecuali Alloh saja tiada sekutu bagi Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan dan Rasul Nya. يَاأَيّÙهاَ الَّذÙينَ ءَامَنÙوا اتَّقÙوا اللهَ ØÙŽÙ‚Ù‘ÙŽ تÙقَاتÙه٠وَلاَ تَمÙوتÙنَّ Ø¥Ùلاَّ وَأَنتÙÙ… Ù…Ù‘ÙØ³Ù’Ù„ÙÙ…Ùونَ يَاأَيّÙهَا النَّاس٠اتَّقÙوا رَبَّكÙم٠الَّذÙÙŠ خَلَقَكÙÙ… مّÙنْ Ù†ÙŽÙْس٠وَاØÙدَة٠وَخَلَقَ Ù…Ùنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ Ù…ÙنْهÙمَا Ø±ÙØ¬ÙŽØ§Ù„اً ÙƒÙŽØ«Ùيرًا ÙˆÙŽÙ†ÙØ³ÙŽØ¢Ø¡Ù‹ وَاتَّقÙوا اللهَ الَّذÙÙŠ تَسَآءَلÙونَ بÙه٠وَاْلأَرْØÙŽØ§Ù…ÙŽ Ø¥Ùنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكÙمْ رَقÙيبًا يَاأَيّÙهَا الَّذÙينَ ءَامَنÙوا اتَّقÙوا اللهَ ÙˆÙŽÙ‚ÙولÙوا قَوْلاً سَدÙيدًا ÙŠÙØµÙ’Ù„ÙØÙ’ Ù„ÙŽÙƒÙمْ أَعْمَالَكÙمْ وَيَغْÙÙØ±Ù’ Ù„ÙŽÙƒÙمْ ذÙÙ†ÙوبَكÙمْ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ† ÙŠÙØ·Ùع٠اللهَ وَرَسÙولَه٠Ùَقَدْ Ùَازَ Ùَوْزًا عَظÙيمًا Segala puji bagi Alloh yang berfirman: Segala puji bagi Allah yang berfirman: Salawat serta salam bagi hamba dan RasulNya: Amma Ba’du: Kalian sudah sangat mengerti apa yang menimpa orang-orang Islam berupa kedholiman, kesewenangan dan permusuhan yang dilakukan oleh persekutuan Yahudi dan Nashroni serta kaki tangan mereka, sampai-sampai darah kaum muslimin menjadi darah yang paling murah, dan harta serta kekayaan mereka menjadi harta rampasan bagi musuh. Inilah darah mereka yang telah mengalir di Paletina dan Irak, dan pemandangan yang mengerikan pada tragedi pembataian Qona di Lebanon masih terbayang di dalam ingatan, begitu juga pembantaian di Tajikistan, Burma, Kashmir, Asam, Philipina, Pattani, Al Aujadin, Shomalia, Eritria, Chechnya, dan juga di Bosnia Herzegovina. Di sana terjadi pembantaian kaum muslimin yang membuat merinding seluruh badan, dan kengeriannya membuat hati miris. Dan itu semua berlangsung di depan mata dan telinga seluruh dunia, bahkan itu semua terjadi atas konspirasi yang sangat jelas dari Amerika dan sekutu-sekutunya, yaitu dengan dengan berlindung di bawah naungan PBB mereka menghalangi orang-orang yang lemah di sana untuk mendapatkan senjata. Maka orang-orang Islam pun menjadi sadar, bahwa sesungguhnya mereka itu adalah target utama dalam serangan yang dilancarkan oleh sekutu Yahudi-Salibis, dan hilanglah seluruh kebohongan mengenai hak asasi manusia dibawah serangan-serangan dan penjagalan-penjagalan yang dilakukan terhadap kaum muslimin di setiap tempat. Dan puncak dari serangan ini adalah kaum muslimin tertimpa musibah yang merupakan musibah terbesar yang pernah menimpa mereka sejak wafatnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yaitu dikuasainya negeri Haromain (dua kota suci) — pusat negara Islam, tempat turunnya wahyu, sumber risalah (ajaran Islam) dan di sana terdapat Ka’bah yang mulia, kiblat seluruh kaum muslimin — oleh tentara Nasrani dari bangsa Amerika dan sekutu-sekutunya. wa laa haula wa laa quwwata illa billah. Dalam kondisi seperti yang tengah kita hadapi ini, dan pada saat terjadi kebangkitan yang hebat dan penuh berkah di seluruh dunia, khususnya di dunia Islam, pada hari ini saya menjumpai kalian setelah lama berpisah akibat serangan dholim yang dilancarkan kaum Salibis yang dipimpin oleh Amerika, terhadap para ulama’ Islam dan para da’inya, karena dikhawatirkan para ulama’ dan da’i tersebut akan mengobarkan semangat umat Islam untuk melawan musuh-musuh mereka, sebagai bentuk peneladanan terhadap para ulama’ salaf rohimahumulloh, seperti Ibnu Taimiyyah dan Al ?Izz bin ?Abdus Salaam. Demikianlah, persekutuan kaum Salibis-Yahudi ini melakukan pembunuhan dan penangkapan terhadap para ulama’ panutan yang tulus dan para da’i yang memperjuangkan Islam — demikianlah menurut pengetahuan kami dan hanya Alloh sajalah yang mengetahui hakekatnya — . Maka persekutuan Salibis-Yahudi tersebutpun membunuh Syaikh Mujahid ?Abdulloh ?Azzam dan memenjarakan Syaikh Mujahid Ahmad Yasin di tempat di mana Rasululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melaksanakan isro’, dan memenjarakan Syaikh Mujahid ?Umar ?Abdur Rohmaan di Amerika, selain itu mereka juga memenjarakan banyak sekali dari kalangan para ulama’ dan da’i serta para pemuda di negeri Haromain atas perintah Amerika, yang di antaranya adalah Syaikh Salman Al ?Audah dan Syaikh Safar Al Hawali1 serta saudara-saudara mereka, walaa haula wa laa quwwata illa billah. Kamipun juga tak lepas dari mendapatkan sebagian dari kedholiman tersebut, yaitu kami dihalangi untuk berbicara dengan kaum muslimin dan kami diusir di Pakistan, Sudan dan Afghonistan; yang mengakibatkan lama kita tidak dapat bertemu. Akan tetapi atas karunia Alloh kita dapat mewujudkan qoidah aminah (basis yang aman) di atas pegunungan Hinduskus. Sebuah puncak pegunungan di mana — atas karunia Alloh — telah menghancurkan pasukan atheis terbesar dimuka bumi ini, dan meluluhlantakkan kekuatan adidaya dihadapan pekikan takbir para mujahidin. Dan pada hari ini, ditempat yang sama di Afghonistan, kami berjuang untuk melawan kedholiman yang tengah dilancarkan oleh persekutuan Yahudi-Salibis terhadap umat Islam, terutama setelah mereka menjajah tempat di mana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam melakukan isro’ dan setelah mereka menduduki negeri Haromain, semoga Alloh menganugerahkan kemenangan kepada kita, sesungguhnya Dia layak dan mampu untuk menganugerahkan kemenangan tersebut. Dan inilah pada hari ini, kami memulai pembicaraan, perjuangan dan diskusi untuk mencari jalan keluar (solusi) bagi apa yang tengah menimpa dunia Islam secara umum dan negeri Haromain secara khusus. Dan di sini kami hendak mengkaji berbagai macam methode yang memungkinkan untuk ditempuh dalam upaya mengembalikan semua permasalahan pada tempatnya, dan mengembalikan hak-hak kepada pemiliknya, setelah berbagai bencana besar yang melanda urusan agama dan urusan dunia, yang melanda seluruh umat manusia pada diberbagai lapisannya, baik yang sipil maupun militer serta petugas keamanan, baik para pegawai maupun para pedagang, baik anak-anak kecil maupun orang-orang dewasa, baik para penuntut ilmu di berbagai sekolahan dan universitas maupun para alumni universitas yang menganggur tidak memiliki pekerjaan, sedangkan mereka itu jumlahnya ratusan ribu bahkan mereka menjadi sebuah komunitas yang besar di tengah-tengah masyarakat. Yang menimpa para buruh pabrik maupun para petani, baik penduduk kota maupun penduduk desa, semuanya sama-sama mengeluhkan segala permasalahan. Dan kini kondisi di negeri Haromain menjadi seperti sebuah gunung berapi yang sangat besar yang siap meletus dan akan menyapu habis kekafiran dan kerusakan dari manapun asalnya, dan ledakan di Riyadh dan di Khobar itu hanyalah sebuah peringatan terhadap akan datangnya banjir lahar yang mendidih yang menyembur dari penderitaan dan kepedihan yang pahit, penjajahan, kedholiman yang luar biasa, kesewenang-wenangan yang menghinakan, dan kemiskinan. Sedangkan semua orang telah sangat disibukkan dengan permasalahan sumber penghidupan mereka masing-masing. Pembicaraan tentang krisis ekonomi, mahalnya harga, banyaknya hutang, banyaknya orang yang dipenjara, dan itu merupakan pembicaraan semua orang. Para pegawai yang memiliki penghasilan rendah mengeluhkan hutang-hutang mereka yang banyaknya mencapai puluhan atau ratusan real, dan mereka mengeluhkan terjadinya penurunan yang tajam pada nilai tukar mata uang real terhadap sebagian besar mata uang pokok. Pada saat yang sama, para pelaku bisnis dan para wiraswastawan mengeluhkan hutang-hutang negara yang mencapai ratusan juta real kepada mereka, sedangkan hutang negara kepada warga negara sendiri mencapai lebih dari 3,4 Trilyun real yang setiap hari bertambah lantaran adanya bunga, belum lagi hutang luar negeri, dan semua orang bertanya benarkah kita ini negara pengekspor minyak terbesar? bahkan mereka merasakan bahwa ini adalah adzab dari Alloh kepada mereka karena mereka membiarkan kedholiman pemerintah dan tindakan-tindakannya yang menyelisihi syareat, yang diantaranya yang paling menonjol adalah tidak berhukum dengan syareat Alloh, merampas hak-hak rakyat dan membolehkan para penjajah Amerika menduduki negeri Haromain, juga menjebloskan para ulama’ pewaris Nabi yang tulus ke dalam penjara-penjara secara dholim dan sewenang-wenang. Bencana yang besar ini telah disadari oleh orang-orang baik dari kalangan ahli agama, seperti para da’i dan ulama’, juga orang-orang yang ahli dalam urusan dunia seperti para pelaku bisnis, para pakar ekonomi dan para pemuka, sehingga semua kelompok masing-masing mengerahkan segala kemampuannya untuk segera mencari solusi. Dan semua orang sepakat bahwasanya negara ini tengah berjalan menuju jurang yang sangat dalam dan bencana yang sangat mengerikan, yang mana tidak ada yang mengetahui kesudahannya kecuali Alloh, sebagaimana yang dikatakan oleh para pakar bisnis: "Sesungguhnya raja tengah menggiring negara menuju enam puluh macam bencana.", wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Selain itu banyak dari kalangan penguasa yang ikut merasakan kesengsaraan rakyat dan ikut menyampaikan di dalam sidang mereka mengenai penolakan mereka terhadap apa yang terjadi di dalam negeri yang berupa teror, penindasan dan kerusakan. Dan sesungguhnya persaingan kepentingan pribadi yang terjadi di kalangan para penguasa itu telah menghancurkan negara, dan sesungguhnya pemerintah telah menghancurkan eksistensinya dengan berbagai macam tindakan yang dilakukannya, diantaranya yang terpenting adalah: 1.Mereka tidak menjalankan syareat Islam dan menggantinya dengan undang-undang ciptaan manusia, selain itu mereka juga masuk ke dalam medan pertempuran berdarah melawan para ulama’ yang tulus dan para pemuda yang sholeh, — demikianlah menurut pengetahuan kami dan hanya Alloh sajalah yang mengetahui hakekatnya —. 2.Ketidakmampuan mereka dalam melindungi negara, dan mereka memperbolehkan musuh-musuh umat Islam, yaitu tentara-tentara salib Amerika untuk menduduki negeri selama bertahun-tahun, yang merupakan penyebab utama dari berbagai bencana yang menimpa kita pada seluruh aspek kehidupan, khususnya di bidang ekonomi, lantaran biaya yang berat yang harus ditanggun oleh negara tanpa ada alasan yang benar, dan akibat kebijaksanaan politik yang dipaksakan terhadap negara khususnya adalah kebijaksanaan politik dalam masalah minyak yang membatasi jumlah produksi dan harga minyak sesuai dengan kepentingan perekonomian mereka dan mengabaikan kepentingan perekonomian dalam negeri, juga akibat perdagangan senjata yang membutuhkan biaya sangat besar yang dipaksakan oleh pemerintah sehigga manusia bertanya-tanya: "Kalau begitu apa gunanya pemerintah ini?" Sehingga semua kelompok masing-masing mengerahkan segala kemampuannya untuk segera mencari jalan keluar dan menghindari mara bahaya. Maka merekapun menyampaikan nasehat baik secara diam-diam maupun secara terang-terangan, baik berbentuk narasi maupun berbentuk syair, baik secara berkelompok-kelompok maupun sendiri-sendiri, mereka mengirimkan petisi demi petisi, memorandum demi memorandum, dan mereka tidak menyisakan sebuah carapun kecuali telah mereka tempuh, juga tidak ada satupun kesempatan yang efektif kecuali mereka gunakan untuk gerakan reformasi yang mereka lakukan. Dan di dalam tulisan-tulisan yang mereka tulis, mereka telah berusaha menggunakan cara-cara yang santun, lembut, bijaksana, serta nasehat yang baik, untuk menyerukan reformasi dan agar bertaubat dari berbagai kemungkaran yang besar dan berbagai kerusakan yang parah, yang mengandung berbagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip agama yang telah baku, juga pelanggaran terhadap hak-hak rakyat. Tatkala pelanggaran itu telah mencapai puncaknya, dan melampaui batas-batas dosa besar yang membinasakan, sampai kepada perbuatan-perbuatan yang nyata-nyata membatalkan Islam, ketika itulah sekelompok ulama’ dan da’i yang merasa sesak dada mereka terhadap berbagai suara kesesatan yang telah membuat telinga mereka tuli, dan berbagai tirai kedholiman yang membuat mata mereka buta, serta bau kerusakan yang telah membuat hidung mereka tersumbat. Maka muncullah berbagai penolakan, keluarlah suara dari berbagai gerakan reformasi yang menyerukan untuk mencari solusi dan merubah kondisi, lalu bergabunglah ratusan para intelektual, para pemuka, para pelaku bisnis dan para mantan penguasa ke dalam barisan mereka, kemudian mereka mengajukan kepada Raja berbagai petisi dan memorandum yang berisi tuntutan untuk melakukan reformasi. Pada tahun 1411 H tatkala terjadi perang teluk, diajukan sebuah petisi kepada Raja yang ditanda tangani oleh kurang lebih 400 orang dari para aktifis tersebut. Petisi tersebut berisi tuntutan untuk dilakukan reformasi pada berbagai kondisi dalam negeri, dan menghentikan berbagai tindak kedholiman terhadap rakyat2. Akan tetapi Raja tidak menghiraukan nasehat tersebut dan mengolok-olok orang-orang yang memberi nasehat tersebut, sementara kondisi semakin terpuruk. Ketika itu orang-orang yang memberi nasehat itu mengajukan kembali berbagai memorandum dan petisi-petisi lain. Dan di antaranya yang terpenting adalah sebuah memorandum yang disampaikan kepada Raja pada bulan Muharrom 1413 H yang berisi penjelasan mengenai berbagai problematika dan sekaligus mengusulkan solusinya dalam sebuah kajian syar’iy yang lurus dan kajian ilmiyah yang jernih. Memorandum itu menyinggung berbagai borok besar yang terdapat di dalam kebijakan-kebijakan pemerintah, dan titik-titik dari kesalahan-kesalahan vital di dalam tubuh pemerintahan. Memorandum tersebut juga menerangkan berbagai penderitaan yang dirasakan oleh tokoh-tokoh dan pimpinan-pimpinan masyarakat yang menyerukan reformasi — seperti para ulama’, da’i, sesepuh kabilah, pelaku bisnis, pemuka dan para dosen di universitas-universitas — yang berupa blacklise dan pemecatan, bahkan berupa perburuan dan tekanan. Memorandum itu juga menjelaskan kondisi pemerintahan dan potret negara, yang melakukan berbagai penyimpangan seperti mengharamkan dan menghalalkan sesuatu sebagai pengganti syareat Alloh. Memorandum itu juga menyinggung media massa di dalam negeri yang kini berubah fungsinya menjadi sebuah sarana untuk mengkultuskan orang-orang tertentu dan alat untuk memutarbalikkan fakta, memalsukan data dan juga untuk memfitnah orang-orang yang benar, berpura-pura sedih atas problematika yang dihadapi umat untuk menipu manusia tanpa ada tindakan yang serius, juga untuk memuluskan pelaksanaan program-program musuh dalam merusak manusia dan menjauhkan agama dari mereka serta menyebarkan perbuatan keji di kalangan orang-orang beriman. Alloh ta’ala berfirman: Memorandum tersebut juga membahas hak-hak rakyat yang terabaikan di dalam negeri ini. Juga menyinggung roda pemerintahan dan keputusan-keputusannya yang menunjukkan kelemahannya dan tersebarnya kerusakan di dalamnya. Juga menerangkan kondisi keuangan dan perekonomian negara, dan dampak yang mengerikan yang tengah ditunggu akibat bunga hutang yang menghancurkan tulang punggung negara, juga pemborosan yang menghabiskan harta umat hanya untuk mengenyangkan kesenangan orang-orang tertentu!! Kemudian memaksakan pajak dan pungutan serta bea cukai dan yang lain-lain kepada rakyat!! Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang seorang perempuan yang berzina, lalu bertaubat dan dia dijatuhi hukuman hadd: Ini menunjukkan betapa besarnya dosa penarik bea cukai, sedangkan sebagian orang senantiasa mendoakan penarik pajak tersebut di mimbar-mimbar, yang secara terang-terangan bermuamalah dengan riba yang merupakan dosa besar dan menjadikannya sebagai hukum, dan ini adalah perbuatan kekafiran. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Memorandum itu juga mengungkap tentang keadaan sarana umum masyarakat yang minim di dalam negeri, yang urusannya menjadi runcing dan gawat setelah adanya memorandum, khususnya dinas pelayanan perairan yang merupakan kepentingan hidup yang paling pokok. Memorandum itu juga membeberkan kondisi pasukan dan berbagai kekurangan yang terungkap dengan adanya krisis teluk, yang berupa minimnya personal, lemahnya latihan, ketidakmampuan para komandan pasukan tertinggi, meskipun telah menghabiskan dana selangit dan tidak masuk akal!! Dan sangat nyata!. Sedangkan dalam bidang pengadilan memorandum tersebut menerangkan berbagai hukum syar’iy yang ditinggalkan dan diganti dengan hukum buatan. Dan dalam bidang politik luar negeri memorandum tersebut mengungkap bahwa ciri khas dari politik yang diambil pemerintah adalah menterlantarkan dan mengabaikan problematika kaum muslimin bahkan mendukung dan membantu musuh dalam memerangi kaum muslimin. Di antara bukti yang paling baru adalah pada kasus (Gazza ? Jerrico) dan kaum komunis di Yaman Selatan serta banyak lagi yang lainnya. Juga tidak samar lagi bagi setiap orang, bahwasannya menjalankan hukum buatan manusia dan membantu orang-orang kafir dalam memerangi orang Islam adalah termasuk dari sepuluh perkara yang membatalkan Islam, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para ulama’, Alloh ta’ala telah berfirman: … juga firman Alloh ta’ala: Meski memorandum tersebut telah memaparkan semua permasalahan tersebut dengan ungkapan yang lembut dan kata-kata yang santun, mengingatkan kepada Alloh, memberi nasehat dengan cara yang baik, dalam ungkapan yang halus dan kandungan yang tulus, namun meski nasehat itu mempunyai urgensi yang besar untuk Islam dan sangat dibutuhkan bagi orang yang menjadi pemimpin bagi manusia, juga meski banyak ditanda tangani oleh orang-orang yang terpandang yang peduli dengannya namun semuanya itu tidak mendapatkan hasil, akan tetapi justru malah ditolak, dan para penandatangannya serta orang-orang yang berkepentingan dengannya dibalas dengan dibodoh-bodohkan, dihukum dan dipenjara. Semuanya ini jelas menunjukkan betapa para da’i dan para penyeru reformasi mempunyai tekad yang besar untuk menempuh berbagai jalan yang lurus dalam melakukan usaha reformasi demi menjaga kesatuan negara, dan juga demi menjaga darah rakyat. Lalu kenapa para penguasa menutup semua jalan reformasi damai dan justru mendorong manusia untuk melakukan perlawanan bersenjata??!! Ini merupakan jalan satu-satunya yang tersisa dihadapan manusia untuk melawan kedholiman dan menegakkan kebenaran dan keadilan. Dan untuk kepentingan fihak yang menjerumuskan pangeran Sulthon dan pangeran Nayif, bahkan menjerumuskan negara dan seluruh rakyat dalam perang intern yang memusnahkan segala sesuatu, serta meminta bantuan dan petunjuk kepada fihak yang menimbulkan bencana di dalam negeri, juga membentuk pasukan dari rakyat sendiri untuk menumpas gerakan reformasi di sana, juga mengadu domba rakyat sendiri, sementara musuh utama di kawasan Timur Tengah yaitu persekutuan Yahudi-Amerika dalam keadaan aman sejahtera, setelah mereka memperoleh izin dari para pengkhianat umat, seperti para penguasa tersebut, yang mau melaksanakan kebijakan politiknya untuk melemahkan kekuatan umat, baik kekuatan manusia maupun kekuatan harta dalam negeri. Fihak yang dimintai petujuk oleh menteri dalam negeri pangeran Nayif ini tidak dapat diterima oleh rakyat di negerinya disebabkan kekejian dan kedholimannya terhadap rakyat, lalu dia dipecat dari jabatannya di sana, akan tetapi dia datang untuk mendapatkan sambutan pangeran Nayif!!! Untuk bekerjasama dalam perbuatan dosa dan permusuhan, lalu dia memenuhi penjara-penjara dengan orang-orang terbaik dari anak bangsa yang mengakibatkan air mata bercucuran, yaitu air mata ibu-ibu yang anak-anak mereka dipenjara tanpa alasan yang benar secara dholim, dusta dan mengada-ada. Lalu apakah penguasa ingin mengadu domba rakyat, antara orang-orang sipil dengan militer, sebagaimana yang terjadi di sejumlah negara tetangga?!!! Tidak diragukan lagi bahwasannya ini adalah strategi musuh persekutan Israel-Amerika, dan merekalah yang pertama kali memetik manfaatnya. Akan tetapi atas karunia Alloh, sebagian besar rakyat dari kalangan sipil maupun militer3 menyadari strategi jahat ini, dan mereka menolak diperalat untuk saling berperang dalam rangka melaksanakan strategi musuh utama mereka, yaitu persekutuan Amerika-Israel melalui bonekanya di kerajaan Saudi. Oleh karena itu semua orang bersepakat bahwasannya "bayangan itu tidak akan lurus jika tongkatnya bengkok". Oleh karena itu kita wajib memusatkan serangan kepada musuh utama kita yang telah menjerumuskan umat ke dalam kekacauan dan kesemrawutan sejak beberapa dasawarsa yang lalu, yang dilakukan setelah umat dipecah-pecah menjadi negara-negara kecil. Dan setiap kali muncul gerakan reformasi di negara-negara Islam, persekutuan Yahudi-Salibis tersebut mendorong kaki tangannya yang berada di kawasan Timur Tengah, yaitu para penguasa setempat, untuk melemahkan dan melumpuhkan gerakan reformasi tersebut dengan berbagai cara yang sesuai. Terkadang mereka melumpuhkan gerakan-gerakan tersebut dengan cara menjembaknya dengan konfrontasi bersenjata dalam waktu dan tempat yang terbatas, sehingga gerakan tersebut dapat ditumpas sedini mungkin. Terkadang mereka mengandalkan tokoh-tokohnya dari kalangan Kementrian Dalam Negeri dan para lulusan kuliyah-kuliyah syar’iyyah untuk mengacaukan perjalanan reformasi dan untuk memecah-belah umat dan rakyat dari perjalanan reformasi tersebut. Kadang mereka menggunakan sejumlah orang-orang sholeh untuk masuk ke dalam kancah perang mulut dengan para ulama’ dan tokoh-tokoh gerakan reformasi, dengan tujuan supaya dapat melemahkan kekuatan semua pihak, sementara kekafiran akbar tetap berkuasa dan menaungi umat. Juga perdebatan terus berlangsung dalam masalah-masalah furu’ (cabang), padahal tauhid Alloh dalam masalah ibadah dan berhukum kepada syareat Nya telah hilang dari kehidupan. Berbagai perdebatan dan diskusi ini mengakibatkan bercampur aduknya kebenaran dengan kebathilan, dan sering kali berakhir dengan tumbuhnya permusuhan pribadi, sehingga manusia terpecah, sebagian mendukung si ini dan si itu, yang akhirnya mengakibatkan umat semakin terpecah-belah dan lemah, juga mengakibatkan hilangnya prioritas amal dalam memperjuangkan Islam. Maka kita harus mewaspadai tipudaya dalam strategis setan semacam ini, yang diperankan oleh Menteri Dalam Negeri. Dalam kondisi yang tengah kita hadapi sekarang ini, sikap yang benar adalah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para ulama’. Di antaranya apa yang telah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rh yaitu hendaknya semua orang Islam bahu-membahu untuk melawan kekafiran akbar yang tengah menguasai seluruh negara Islam dengan menanggung bahaya yang lebih ringan dalam rangka untuk melawan bahaya yang lebih besar yaitu kufur akbar. Apabila berbagai kewajiban itu saling kontradiksi maka lebih didahulukan kewajiban yang paling utama. Dan tidak diragukan lagi bahwasannya melawan Amerika, musuh yang menjajah, adalah kewajiban yang paling utama setelah iman. Maka kita tidak boleh lebih mendahulukan sesuatupun atasnya, sebagaimana yang telah ditetapkan oleh para ulama’. Di antaranya apa yang dijelaskan oleh Ibnu Taimiyyah ia berkata4: "Adapun perang mempertahankan diri itu merupakan peperangan yang paling utama untuk melawan musuh yang menyerang kehormatan dan agama, hukumnya adalah wajib berdasarkan ijma’. Maka ketika musuh menyerang dan merusak urusan agama dan dunia, tidak ada sesuatupun yang lebih wajib setelah iman selain melawannya, sehingga (untuk melaksanakannya) tidak disyaratkan lagi dengan syarat apapun, dan dilawan sesuai dengan kemampuan". Dan apabila musuh yang menyerang itu tidak mampu untuk diserang kecuali dengan berkumpulnya seluruh kaum muslimin baik yang fajir maupun yang sholeh, maka hal itu wajib untuk mereka lakukan tanpa harus memperdulikan beberapa permasalahan yang mereka perselisihkan, yang mana bahaya tidak memperdulikan perselisihan-perselisihan tersebut pada tahapan ini lebih sedikit daripada bahaya tetap eksisnya kekafiran akbar di tengah-tengah negeri kaum muslimin. Oleh karena itu Syakhul Islam menerangkan masalah ini dan mengingatkan kepada sebuah prinsip yang sangat besar yang harus diperhatikan, yaitu berusaha untuk menghilangkan bahaya paling besar dari dua bahaya meskipun dengan harus menanggung bahaya yang lebih ringan, ketika beliau menceritakan kondisi para mujahidin dan kaum muslimin, yaitu jika di antara mereka banyak pasukan yang berbuat dosa maka dalam keadaan seperti ini tidak diperkenankan untuk meninggalkan jihad melawan musuh yang menyerang. Oleh karena itu, setelah beliau menceritakan sekilas tentang kondisi Tartar dan tindakan mereka yaitu mengganti syareat Alloh beliau mengatakan: "Jika orang-orang yang memerangi mereka bersepakat untuk melaksanakannya dengan cara yang sempurna maka itu adalah kondisi maksimal dalam mewujudkan ridho Alloh, memuliakan kalimat Nya, menegakkan din Nya dan mentaati Rosul Nya, namun jika di antara mereka orang-orang yang bermaksiat atau mempunyai niat yang rusak seperti dia berperang untuk mencari kepemimpinan, atau melakukan kesalahan dalam beberapa permasalahan, padahal tidak memerangi mereka itu kerugian terhadap agama lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan peperangan yang dilaksanakan dengan cara seperti ini. Memerangi mereka hukumnya juga wajib untuk menghindari salah satu kerusakan yang paling besar dari dua kerusakan (yang saling kontradiksi) meskipun harus dengan menanggung kerusakan yang lebih ringan. Sesungguhnya ini termasuk prinsip-prinsip Islam yang harus diperhatikan. Oleh karena itu diantara prinsip ahlus sunnah wal jama’ah adalah berperang baik bersama orang yang baik maupun orang yang fajir, karena sesungguhnya Alloh ta’ala itu menolong din ini dengan orang yang fajir dan dengan orang-orang yang tidak mempunyai kebaikan sama sekali sebagaimana yang telah diberitakan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, karena jika tidak dapat melaksanakan peperangan kecuali dengan bersama para pemimpin yang fajir atau bersama pasukan yang banyak melakukan dosa maka hanya ada dua hal yang mesti dihadapi, bisa jadi meninggalkan peperangan bersama mereka sehingga dengan hal itu menyebabkan adanya penguasaan dari orang lain terhadap mereka yang itu lebih besar bahayanya bagi din dan dunia, atau berperang bersama pemimpin yang fajir sehingga dengan hal itu dapat mencegah orang-orang yang lebih fajir dari mereka dan dapat menegakkan kebanyakan syareat islam, meskipun belum dapat menegakkan secara keseluruhannya. Inilah kewajiban yang harus dilakukan dalam keadaan seperti ini atau dalam setiap keadaan yang semisalnya. Bahkan banyak peperangan yang berlangsung setelah masa Khulafaa-ur Rosyidin tidak terjadi kecuali dengan banyaknya orang-orang yang fajir bersama mereka5". Sedangkan kerusakan yang besar telah merajalela, juga kemunkaran yang sangat besar telah melampaui batas. Dan hal ini tidak dapat pungkiri lagi oleh orang yang buta dan tuli sekalipun, apalagi oleh orang yang dapat mendengar dan melihat, sampai-sampai terjadi kedholiman yang sangat besar yaitu syirik kepada Alloh dan menyekutukan Alloh di dalam membuat undang-undang untuk manusia. Alloh ta’ala berfirman: Maka dibuatlah undang-undang yang menghalalkan apa yang diharamkan oleh Alloh seperti riba dan yang lainnya sampai-sampai hal itu terjadi di negeri Harom dan di Masjidil Harom, disana dipenuhi dengan bank-bank yang menggunakan sistem riba yang secara terang-terangan memerangi Alloh dan menentang perintah Alloh yang berbunyi; Alloh telah mengancam orang yang melakukan dosa besar berupa riba di dalam Kitab Nya yang mulia dengan ancaman yang tidak pernah digunakan bagi seorangpun dari umat islam di dalam Kitab Nya, Alloh berfirman: Ini ancaman bagi seorang muslim yang melakukan riba, lalu bagaimana dengan orang yang menjadikan dirinya sebagai tandingan dan sekutu selain Alloh yang membuat dan menghalalkan bagi hamba Alloh apa yang diharamkan oleh Alloh bagi mereka. Meskipun demikian kita melihat pemerintah menggelincirkan kaki sejumlah orang sholeh dari kalangan ulama’ dan dai dan menjerumuskan mereka sangat jauh dari melakukan pengingkaran terhadap kemungkaran yang paling besar dan kekafiran yang paling akbar. Wa laa haula wa laa quwwata illaa billah. Dan semestinya yang harus dilakukan dalam keadaan seperti ini adalah hendaknya kita mengerahkan seluruh kemampuan secara maksimal di dalam mengobarkan semangat dan menyiapkan umat untuk melawan musuh yang menyerang dan kekafiran akbar yang menduduki negeri serta merusak din dan dunia. Dan tidak ada sesuatupun yang lebih wajib setelah beriman selain melawannya, yaitu melawan persekutuan Yahudi-Amerika yang telah menjajah negeri Haromain dan tempat isro’ nya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam (Palestina, penj). Juga mengingatkan kaum muslimin untuk menjauhi konflik internal antara umat Islam, karena hal itu akan menimbulkan dampak-dampak yang sangat besar, diantaranya yang paling penting adalah: 1.Melemahkan kekuatan personalia, karena yang akan menjadi korban adalah rakyat muslim. 2.Menguras kekuatan material. 3.Menghancurkan infra struktur negara. 4.Masyarakat akan terpecah belah. 5.Hancurnya perusahaan-perusahaan minyak karena keberadaan pasukan militer Salibis dan Amerika di negara-negara Islam di sekitar teluk arab baik di darat, udara maupun laut, merupakan ancaman terbesar dan sangat berbahaya yang akan mengancam cadangan minyak terbesar di dunia, karena keberadaan mereka ini membuat rasa takut bagi penduduk negeri dan menyerang agama, perasaan, dan kemuliaan mereka, dan mendorong mereka untuk melakukan jihad bersenjata melawan pasukan agresor. Dan sesungguhnya tersebarnya peperangan di tempat-tempat tersebut akan mengancam terjadinya kebakaran minyak yang membahayakan kemaslahatan perekonomian negara-negara teluk dan negeri Haromain, bahkan sangat membahayakan perekonomian dunia. Di sini kami berfikir dan menyeru saudara-saudara kami kaum mujahidin, agar mereka menjaga kekayaan ini dan agar tidak memasukkannya ke dalam kancah peperangan, karena kekayaan Islam yang sangat banyak dan kekuatan ekonomi yang sangat besar tersebut, sangatlah penting bagi negara Islam yang akan datang dengan izin Alloh. Begitu juga kami betul-betul mengingatkan agar jangan sampai pada akhir peperangan nanti, agresor Amerika Serikat dapat membakar kekayaan Islam, karena khawatir kekayaan ini akan jatuh ke tangan orang-orang yang berhak dan dan karena Amerika ingin merugokan para pesaing bisnisnya di Eropa dan Timur Jauh, terutama Jepang yang merupakan konsumen utama terhadap minyak Timur Tengah. 6.Membagi-bagi negeri Haromain dan berkuasanya Israel terhadap bagian utara dari negeri tersebut, karena pembagian negeri Haromain itu dianggap sebagai satu langkah yang sangat penting bagi persekutuan Yahudi-Zionis. Karena adanya sebuah negara yang sebesar dan sekuat ini dibawah pemerintahan Islam yang benar yang akan datang dengan izin Alloh, menjadi sebuah ancaman terbesar terhadap eksistensi Yahudi di Palestina. Karena negeri Haromain menjadi simbol persatuan dunia Islam melihat adanya Ka’bah yang mulia sebagai kiblat bagi seluruh kaum muslimin, begitu juga bahwa negeri Haromain merupakan kekuatan perekonomian yang penting di dunia Islam, sebab di sana terdapat cadangan minyak terbesar di dunia. Juga bahwa para penduduk negeri Haromain terobsesi dengan sejarah nenek moyang mereka dari kalangan para shahabat ra dan menggagap mereka sebagai suri tauladan dan panutan di dalam mengembalikan kemuliaan umat, meninggikan kalimatulloh dalam waktu dekat. Selain itu adanya strategi yang matang dan bantuan personalia pasukan perang yang banyak di jalan Alloh di Yaman yang penuh harapan. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: 7.Sesungguhnya peperangan internal apapun dan dengan alasan apapun, pada saat adanya pasukan penjajah Amerika merupakan kesalahan besar, karena pasukan ini akan bekerja sebagai pengobar perang untuk kepentingan kekafiran internasional. Wahai saudara-saudara kami yang berada dalam angkatan bersenjata dan penjaga keamanan negara, semoga Alloh menjaga kalian, sesungguhnya kalian adalah potensi milik Islam dan kaum muslimin: Wahai para penjaga tauhid dan pembela aqidah! Wahai orang yang berada di belakang para salaf yang membawa cahaya hidayah (petunjuk) dan menyebarkannya ke seluruh dunia! Wahai anak cucu Sa’ad bin Abi Waqqosh, Mutsanna bin Haaritsah Asy Syaibani dan Qo’qo’ bin ?Amru At Tamimi, dan orang-orang yang berjihad bersama para sahahabat pilihan. Kalian telah saling berlomba-lomba untuk bergabung dengan pasukan dan penjaga yang cinta untuk berjihad di jalan Alloh (Supaya kalimat Alloh menjadi yang paling tinggi) dan supaya dapat membela kesatuan Islam dan negeri Haromain dengan melawan tentara dan penjajah, dan itulah puncak tertinggi agama. Akan tetapi pemerintah membalik misi, dan berlawanan pemikiran, menghinakan umat islam dan mendurhakai agama. Ketika umat belum dapat mengembalikan kiblatnya yang pertama, dan tempat isro’nya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam setelah penguasa itu berjanji sejak kurang lebih setengah abad yang lalu untuk mengembalikannya hingga hilanglah generasi itu, lalu datanglah generasi baru yang merubah janji itu dan menyerahkan Al Aqsho kepada Yahudi, dan luka umat ini masih terus mengalirkan darah di sana sejak saat itu. Meskipun demikian, pemerintah Saudi menyakiti umat dengan meminta kepada para wanita pasukan Nashroni untuk mempertahankan kesucian Makkah Al Mukarromah dan Masjid Nabawi, serta membolehkan bagi para Salibis untuk tinggal di negeri Haromain — dan hal itu bukan suatu hal yang mengherankan setelah raja menggunakan salib — dan membukakan jalan dengan seluas-luasnya bagi mereka. Maka negeri Haromain dipenuhi dengan pangkalan-pangkalan militer Amerika dan sekutu-sekutunya, karena dia sekarang tidak mampu untuk bertahan tanpa bantuan mereka. Sedangkan kalian adalah manusia yang paling tahu dengan keberadaan tentara mereka, jumlah mereka dan tujuan-tujuannya serta bahayanya, lalu dia mengkhianati umat dengan hal itu, memberikan loyalitasnya kepada orang-orang kafir, menolong mereka, membantu mereka dalam memerangi kaum muslimin, jelas bahwa hal itu termasuk dari sepuluh hal yang merusak islam. Dia telah menyelisihi wasiat yang diwasiatkan oleh Rosululloh kepada umatnya sedangkan beliau berada di atas ranjang dalam keadaan sakarotul maut, dengan membolehkan bagi Salibis untuk tinggal di Jazirah Arab, dimana beliau bersabda: Beliau juga berkata: Sesungguhnya anggapan yang mengatakan bahwa keberadaan pasukan Salibis di bumi Haromain adalah kebutuhan yang sangat mendesak dan hanya bersifat sementara saja untuk membela negeri tersebut, adalah suatu perkara yang sudah melampaui batas yang telah ditentukan, khususnya setelah menghancurleburkan Irak yang mengenai bangunan militer maupun penduduk sipil. Dan semakin nampak kebencian Salibis Yahudi terhadap kaum muslimin dan anak-anak mereka. Juga setelah masih terus melanjutkan berada disana tanpa menggantinya pasukan Salibis tersebut dengan pasukan islam dari penduduk negerinya dan selain mereka. Kemudian sesungguhnya anggapan ini telah runtuh dari dasarnya dan telah hancur pilar-pilarnya setelah dilakukan pernyataan yang berulang kali secara berturut-turut oleh para dedengkot kekafiran di Amerika. Dan pernyataan terakhirnya adalah apa yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Amerika William Berry setelah peristiwa peledakan khobar kepada tentara pasukan Amerika di sana bahwa keberadaan mereka di negeri Haromain hanyalah untuk menjaga kepentingan Amerika. Syaikh Safar Al Hawali — semoga Alloh membebaskannya7 — telah mengarang satu kitab sebanyak 70 lembar halaman, di dalamnya disebutkan dalil-dalil dan tanda-tanda bahwa keberadaan orang-orang Amerika di Jazirah Arab adalah merupakan penjajahan militer yang sudah direncanakan sebelumnya. Dan sesungguhnya anggapan ini adalah merupakan tipu daya dalam bentuk lain yang diinginkan oleh penguasa untuk menipu kaum muslimin sebagaimana tipudayanya yang pertama telah menipu kaum mujahidin Palestina yang merupakan sebab hilangnya Masjidil Aqsho, hal itu tatkala rakyat muslim di Palestina bangkit untuk melakukan jihad besar-besaran melawan penjajah Inggris pada tahun 1354 H, bertepatan dengan tahun 1936 M. Inggris telah merasa tidak mampu untuk berhadapan dengan para mujahidin atau mengahadapi jihad mereka, kemudian syetan-syetan mereka membisiki mereka bahwasannya tidak ada jalan untuk menghentikan laju jihad bersenjata di Palestina kecuali dengan melalui perantara raja Abdul Aziz yang mempunyai kemampuan untuk menipu para mujahidin. Lalu raja Abdul Aziz telah melaksanakan tugasnya itu dengan cara mengutus kedua anaknya, lalu keduanya bertemu dengan para pemimpin mujahidin di Palestina dan keduanya menyampaikan kesiapan raja Abdul Aziz untuk memberikan jaminan atas janji pemerintah Inggris bahwa pemerintah Inggris akan keluar dari negara mereka dan akan memenuhi tuntutan mereka jika mereka menghentikan jihad. Beginilah peran Abdul Aziz atas lepasnya kiblat pertama kaum muslimin. Juga dia memberikan loyalitasnya kepada Nashroni melawan kaum muslimin, dan sebagai gantinya dia menghinakan kaum mujahidin daripada membangun urusan Masjidil Aqsho dan menolong kaum mujahidin fi sabilillah untuk membebaskannya. Dan pada hari ini anaknya, raja Fahd ingin menipu dengan tipudaya yang kedua kalinya terhadap kaum muslimin untuk melepaskan tanah suci yang tersisa. Lalu dia berdusta terhadap ulama’ yang telah memfatawakan akan bolehnya Amerika untuk masuk ke negeri tersebut, begitu juga dia telah berdusta kepada sekumpulan yang besar dari kalangan para ulama dan para pemimpin dunia Islam ketika dilaksanakan mu’tamar Ar Robithoh di Makkah Al Mukarromah setelah dunia Islam menolak masuknya tentara Salibis ke negeri Haromain dengan alasan untuk membela negeri tersebut, sebagaimana juga dia berkata bahwa sesungguhnya urusan ini adalah urusan yang remeh saja, dan sesungguhnya pasukan Amerika dan pasukan sekutu pasti akan segera keluar setelah beberapa bulan saja. Namun hingga hari ini kita telah memasuki tahun ke tujuh setelah kedatangan mereka8, akan tetapi pemerintah tidak mampu untuk mengeluarkan mereka, dan dia tidak mau mengakuinya kepada rakyat akan ketidak mampuannya. Sehingga dia terus berbohong kepada manusia dan mengatakan bahwa orang-orang Amerika pasti akan segera keluar. Sungguh sangat jauh berbeda, karena susungguhnya seorang mukmin itu tidak akan terjerumus ke dalam lobang dua kali, dan kebahagianlah bagi orang yang mendengarkan nasehat orang lain. Yang semestinya pemerintah kerajaan menjadikan tentara dan polisinya itu digunakan untuk melawan justru dijadikan untuk melindungi para penjajah sebagai bentuk penghinaan dan pelecehan dan pengkhianatan. Wa laa haula wa laa quwwata illah billah. Kami katakan kepada sebagian kecil para pasukan dan polisi serta penjaga keamanan yang digelincirkan oleh pemerintah, dan menekan mereka untuk memerangi hak-hak kaum muslimin dan darah mereka dengan firman Alloh di dalam hadits qudsiy: Dan sabda Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam: Pada hari ini saudara-saudara dan anak-anak kalian di negeri Haromain telah memulai jihad fi sabilillah untuk mengusir musuh yang menjajah, dari negeri Haromain. Dan tidak diragukan lagi bahwa kalian sangat menginginkan untuk melaksanakan tugas ini, untuk mengembalikan kemuliaan (?izzah) umat ini dan membebaskan tanah suci Haromain dari tangan para penjajah. Juga tidak diragukan lagi bagi kalian bahwa pada periode ini kita perlu menggunakan berbagai macam bentuk peperangan yang sesuai, melihat adanya ketidak seimbangan antara pasukan bersenjata kita dengan pasukan musuh. Yaitu dengan cara menggunakan pasukan-pasukan kecil yang dapat bergerak cepat, yang bekerja dengan penuh kerahasiaan. Dengan kata lain adalah dengan melancarkan perang gerilya yang melibatkan rakyat, selain pasukan bersenjata. Kalian juga mengetahui bahwa tujuan dari periode ini adalah menjauhi kontak senjata secara langsung antara pasukan bersenjata kita dengan pasukan musuh Salibis, kecuali amaliyat (operasi) yang kuat dan berani, yang dilakukan oleh anggota pasukan bersenjata secara individual, artinya tanpa melibatkan pasukan bersenjata yang dibentuk dalam struktur konvensional, sehingga tidak menimbulkan reaksi yang sangat kuat terhadap pasukan selama di sana tidak ada kepentingan yang besar dan kuat, juga dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar pada musuh, yang dapat menghancur leburkan pilar-pilarnya dan menggoncang bangunannya, serta dapat membantu di dalam mengusir musuh dalam keadaan kalah, terusir dan tertekan, namun harus dengan penuh kehati-hatian supaya dalam pelaksanaannya sedapat mungkin tidak mengalirkan darah kaum muslimin. Sementara yang diharapkan dari kalian pada periode ini oleh saudara-saudara dan anak-anak kalian yang berjihad adalah, menyediakan segala bentuk bantuan yang memungkinkan seperti informasi-informasi, amunisi, dan persenjataan yang diperlukan untuk melakukan aksi-aksi mereka. Dan yang mereka harapkan secara khusus dari para aparat keamanan (polisi) untuk menutupi mereka, melemahkan semangat musuh dalam memerangi mereka, melemahkan barisan musuh, serta segala sesuatu yang dapat membantu kaum mujahidin melawan musuh penjajah. Kami ingatkan kalian bahwa pemerintah kadang-kadang memanfaatkan aksi-aksi yang mengenai pasukan keamanan atau polisi dengan berusaha mengkambing hitamkan kaum mujahidin pada peperangan yang terjadi antara kalian dengan mereka, maka hendaknya menutup kemungkinan-kemungkinan hal itu terjadi. Pada saat ini, dimana kita mengetahui bahwa pemerintahlah yang bertanggung jawab penuh terhadap apa yang menimpa negeri ini dan yang membuat masyarakat tergoncang, akan tetapi inti dari penyakit dan bencana ini adalah Amerika penjajah. Maka hendaknya betul-betul mengkonsentrasikan segala kemampuan untuk membunuh dan memeranginya, menghancurkan dan mengusirnya, mengintai dan mencari waktu lemahnya sampai terkalahkan dengan izin Alloh. Dan akan datang periode — dengan izin Alloh — yang kalian akan berperan sebagai pengendali keadaan agar kalimatulloh menjadi yang paling tinggi, sedangkan kalimat orang-orang kafir menjadi yang paling rendah, yang memukul orang-orang jahat dengan tangan besi, juga mengembalikan urusan kepada tempatnya dan mengembalikan hak-hak kepada orang-orang yang harus menerimanya serta menegakkan kewajiban Islam kalian yang benar. Namun kita memiliki pembahasan tersendiri dalam hal ini dengan izin Alloh. Saudaraku sesama muslim di seluruh tempat dan terutama di Jazirah Arab: Saudarku sesama muslim di negeri Haromain: Apakah masuk akal, negara kita menjadi konsumen senjata terbesar di dunia dari Amerika dan juga menjadi patner atau sekutu dagang terbesar bagi Amerika di Timur Tengah padahal mereka menjajah negeri Haromani, mereka juga telah memberikan dukungan harta, senjata serta personalia kepada saudara-saudara mereka, Yahudi, di dalam menjajah Palestina, serta yang membunuh dan mengusir kaum muslimin di sana!!! Sesungguhnya menghalangi para penjajah tersebut dari mendapatkan keuntungan yang besar dengan adanya perdagangan mereka dengan kita, itu sangat membantu di dalam berjihad melawan mereka. Dan ini merupakan sebuah ungkapan moral yang penting dalam menyatakan kemarahan dan kebencian kita kepada mereka, dengan begitu kita telah ikut andil di dalam membersihkan tanah-tanah sici kita dari kaum Yahudi dan Nasroni, dan kita telah memaksa mereka untuk segera pergi dari bumi kita dengan kalah dan hina, atas izin Alloh. Kita juga menunggu peran para wanita yang berada di negeri Haromain dan yang lainnya di dalam hal itu dengan memboikot seluruh produk-produk Amerika. Jika pemboikotan ekonomi ini berjalan beriringan dengan serangan militer yang dilakukan mujahidin, maka sesungguhnya kekalahan musuh sebentar lagi akan tiba dengan izin Alloh. Dan begitu pula kebalikannya … Jika kaum muslimin tidak saling tolong-menolong dengan saudara-saudara mereka dari kalangan mujahidin, dan tidak mensupport (membantu) mereka dengan memutuskan hubungan ekonomi dengan Amerika, maka sesungguhnya dengan begitu mereka telah membayarkan harta mereka kepada Amerika, yang mana harta itu merupakan penopang peperangan dan kehidupan tentara. Dan dengan begitu, maka peperangan akan panjang dan akan semakin keras tekanan yang menghimpit kaum muslimin. Maka, memboikot produk-produk Amerika itu merupakan senjata yang efektif untuk mewujudkan tujuan, di dalam melemahkan dan membahayakan musuh, selain itu, peboikotan semacam ini tidak termasuk dalam daftar senjata yang dilarang. Sebelum kami akhiri, kami ada pembicaraan yang penting, penting sekali buat para pemuda Islam. Para pemuda masa depan yang merupakan pioner bagi umat Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam. Pembicaraan kami buat para pemuda adalah pembicaraan mengenai kewajiban mereka di dalam periode yang sangat genting di dalam sejarah umat kita ini. Pada periode di mana tidak ada yang dapat melaksanakan seluruh kewajiban pada berbagai sisinya kecuali para pemuda, semoga Alloh menjaga mereka. Karena setelah sejumlah orang yang berpengaruh enggan untuk melaksanakan kewajiban dalam rangka membela Islam, dan dalam rangka mengentaskan diri dan harta mereka dari kedholiman, kesewenang-wenangan, penindasan dan teror yang dilakukan oleh pemerintah, disertai dengan menggunakan media massa untuk memudarkan kesadaran umat, pada saat itulah para pemuda — semoga Alloh melindungi mereka — untuk mengibarkan bendera jihad dengan setinggi-tingginya melawan persekutuan Amerika-Yahudi yang telah menjajah tanah-tanah suci Islam — di mana pada saat yang bersamaan, sejumlah orang lainnya maju untuk memberikan pembenaran secara syar’i terhadap pengkhianatan dan bencana besar tersebut, untuk melancarkan penjajahan di negeri haromain, yang mana itu semua dilakukan akibat teror yang dilakukan oleh negara terhadap mereka, orang yang tergelincir kaki mereka karena mereka tamak terhadap dunia yang fana, Wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah — . Ini semua tidaklah aneh dan tidak mengherankan. Bukankah para shahabat Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam adalah para pemuda, dan para pemuda itu adalah sebaik-baik penerus bagi sebaik-baik pendahulu. Dan bukankah yang membunuh Fir’aun umat ini yaitu Abu Jahal, adalah pemuda? Abdur Rohmaan bin Auf rodliyallohu ‘anhu berkata: Ketika aku berada di dalam barisan pada waktu perang Badar dan aku menoleh ke kanan dan ke kiri, tiba-tiba terdapat dua orang yang masih bocah, seakan-akan aku tidak khawatir akan keselamatan keduanya. Tiba-tiba salah seorang dari keduanya berkata kepadaku dengan pelan-pelan supaya tidak didengar oleh sahabatnya: "Wahai pamanku, tunjukkan kepadaku Abu Jahal!" Aku katakan padanya: "Apa yang akan kau perbuat dengannya?" Bocah itu menjawab: "Aku mendengar kabar bahwa dia telah menghina Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam. Lalu bocah itu berkata: "Demi (Alloh) yang jiwaku yang berada ditanganNya, jika aku melihatnya, niscaya diriku tidak akan berpisah dengan dirinya hingga aku atau dia yang mati duluan!" Akupun sangat kagum dengan hal itu. Abdur Rohman bin Auf berkata: Lalu bocah yang satu lagi memberi isyarat kepadaku dan mengatakan kepadaku sebagaimana yang dikatakan kawannya. Tidak lama kemudian aku melihat Abu Jahal melintas di tengah-tengah manusia, maka aku katakan: "Tidakkah kalian berdua melihatnya? Inilah orang yang kalian tanyakan." Lalu Abdur Rohman bin Auf berkata: Maka keduanya segera mendekatinya dengan pedangnya masing-masing dan menebasnya sampai keduanya membunuhnya. Alloh Akbar … Inilah semangat para remaja ra, begitu juga semangat bapak-bapak kita. Inilah dua orang remaja yang umurnya masih muda namun besar semangatnya, keberaniannya, akalnya dan ghirohnya terhadap agama Alloh. Dua orang remaja tersebut masing-masing menanyakan musuh yang paling penting yang harus dibunuh, yaitu Fir’aun umat ini dan pemimpin pasukan musyrikin ketika perang Badar, yaitu Abu Jahal. Sedangkan peran Abdur Rohman bin Auf adalah sebagai orang yang menunjukkan dua orang remaja tersebut, mana orang yang bernama Abu Jahal. Inilah peran yang dituntut dari orang-orang yang mempunyai pemahaman dan pengalaman tentang sasaran-sasaran pembunuhan pada musuh, yaitu dengan menunjukkan anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka kepada sasaran-sasaran pembunuhan tersebut. Dan setelah itu para pemuda tersebut akan berkata sebagaimana yang dikatakan oleh para pendahulu mereka; "Demi (Alloh) yang jiwaku yang berada ditanganNya, jika aku melihatnya sungguh diriku tidak akan berpisah dengan dirinya hingga aku atau dia yang mati duluan!" Dan kisah Abdurrohman bin Auf bersama Umayyah bin Kholaf, menunjukkan secara jelas betapa Bilal memiliki tekad yang kuat untuk membunuh dedengkot kekafiran tersebut, ketika dia berkata: "Dedengkot kekafiran adalah Umayyah bin Kholaf … aku tidak akan selamat jika dia selamat." Beberapa hari yang lalu … barbagai kantor berita menyiarkan pernyataan Menteri Pertahanan penjajah Salibis Amerika, ia mengatakan bahwa dirinya mendapatkan satu pelajaran dari dua ledakan di Riyadh dan Khabar, pelajaran itu adalah tidak ada kata mudur untuk menghadapi para teroris yang pengecut. Maka kami katakan kepada menteri pertahanan tersebut, sesungguhnya ucapanmu ini membuat tertawa seorang ibu yang kehilangan anak satu-satunya, justru yang nampak adalah betapa besarnya rasa takut yang menghantui kalian. Mana keberanian semu kalian di Beirut setelah terjadi peledakan pada tahun 1403 H, yang bertepatan dengan tahun 1983 M, yang membuat kalian hancur lebur menjadi potongan-potongan dan serpihan-serpihan, dengan terbunuhnya 241 tentara yang kebanyakan dari korp Marinir. Juga dimana keberanian palsu kalian di Adn beberapa saat setelah terjadi dua ledakan yang membuat kalian keluar tanpa menoleh sedikitpun dalam waktu kurang dari 24 jam. Akan tetapi kekalahan kalian yang paling besar adalah di Somalia. Setelah ramai dan gencar diberitakan dalam waktu beberapa bulan tentang kekuatan Amerika pasca terjadi perang dingin, yang dipimpin oleh penguasa dunia baru, kalian telah mengirim puluhan juta pasukan internasional, diantaranya adalah 28.000 tentara Amerika ke Somalia. Akan tetapi setelah mengalami perang kecil, yang mana pada pertempuran tersebut beberapa puluh tentara kalian terbunuh, dan seorang pilot Amerika diseret-seret di salah satu jalan raya di Mogadishu, kalian keluar dari Somalia dalam keadaan kalah dan hina dengan membawa mayat-mayat kalian, dan kalian membawa kegagalan, kerugian dan kehinaan. Dan Clinton muncul dihadapan dunia dengan berjanji dan mengancam bahwa dia akan membalas dendam, padahal ancaman itu dilakukan sebagai awal dari penarikan mundur pasukan. Sungguh Alloh telah menghinakan kalian dan kalianpun mundur, dan dari situ nampak jelas kelemahan dan ketidak mampuan kalian. Sungguh pemandangan kekalahan kalian di tiga kota Islam (Beirut, Adn dan Mogadishu) telah menggembirakan hati setiap orang muslim, dan melegakan dada orang-orang beriman. Saya katakan: Sungguh anak-anak negeri Haromain telah keluar untuk memerangi Rusia di Afghonistan dan memerangi Serbia di Bosnia Herzegovina, dan hari ini mereka tengah berjihad di Chechnya, dan sungguh Alloh telah menolong dan memenangkan mereka atas Rusia yang merupakan sekutu kalian. Dan atas karunia Alloh, mereka hari ini tengah berperang di Tajikistan … Saya katakan: "Jika para penduduk Haromain memiliki perasaan dan iman terhadap pentingnya berjihad melawan kekafiran di setiap tempat, maka sesungguhnya mereka lebih memiliki banyak personalia, kekuatan dan semangat untuk berjihad di bumi mereka yang mereka dilahirkan di sana untuk membela tanah suci mereka yang paling agung — yaitu Ka’bah yang mulia, kiblat seluruh kaum muslimin —- dan mereka yakin bahwa kaum muslimin di dunia akan menolong dan membantu mereka dalam menangani permasalahan mereka yang paling besar, permasalahan setiap muslim, yaitu membebaskan tanah suci mereka, dan sesungguhnya ini adalah kewajiban setiap muslim di dunia." Saya katakan kepadamu hai William: "Sesungguhnya para pemuda itu sangat mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan. Mereka telah mewarisi ?izzah dan keperwiraan, keberanian dan kemuliaan, ketulusan dan keberanian serta pengorbanan yang sangat besar. Sungguh mereka adalah orang yang sangat sabar ketika berperang, dan orang yang bersikap teguh ketika bertemu musuh. Mereka telah mewarisi sifat ini dari para pendahulu mereka ketika masih jahiliyah lalu Islam datang menetapkannya dan menyempurnakannya." Sebagaimana Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Dan ketika raja Amru bin Hanad hendak menghina Amru bin Kultsum maka Amru bin Kultsum pun mengambil pedang dan memenggal kepala raja tersebut, ia menolak kehinaan dan kenistaan. Lalu melantunkan syairnya, yang di antaranya berbunyi: Para pemuda itu beriman dengan adanya syurga setelah kematian, dan beriman bahwa ajal itu tidak akan maju lantaran mereka maju untuk berperang, dan tidak akan mundur lantaran mereka mundur dari peperangan. Sebagaimana firman Alloh ta’ala: Mereka juga beriman dengan hadits Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: Mereka itu laksana apa yang disebutkan dalam syair: Dan syair lainnya: Para pemuda itu beriman kepada apa yang beritakan oleh Alloh dan Rosul Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam tentang besarnya pahala orang yang berjihad dan mati syahid. Karena Alloh ta’ala berfirman: Alloh juga berfirman: Rosululloh juga bersabda: Beliau juga bersabda: Beliau juga bersabda: Juga bersabda: Para pemuda itu mempunyai keyakinan bahwa pahala memerangi kalian itu berlipat ganda daripada pahala memerangi selain kalian, selain ahlil kitab. Dan mereka tidak mempunyai cita-cita selain hanya ingin masuk syurga dengan cara membunuh kalian. Karena orang kafir itu tidak akan dikumpulkan dengan orang yang membunuhnya di dalam neraka. Mereka membaca dan selalu mengulang-ulang firman Alloh: Dan sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam: Mereka juga selaliu membaca firman Alloh ta’ala; Para pemuda itu tidak suka berbicara dengan kalian, dan tidak suka mencela kalian, dan mereka semua mengatakan: Mereka mengatakan kepadamu sebagaimana yang dikatakan oleh kakek mereka, Amirul Mukminin Harun Ar Rosyid, kepada kakekmu, Naqfur, ketika ia mengamcam kaum muslimin, di dalam suratnya yang ia kirim kepada Harun Ar Rosyid. Maka Harun Ar Rosyid pun membalas dengan surat yang berbunyi: "Dari Harun Ar Rosyid, Amirul Mukminin, kepada Naqfur anjing Romawi. Jawabanku (terhadap suratmu) adalah aoa yang akan kamu lihat, dan bukan apa yang akan kamu dengar." Kemudian dia berangkat dengan membawa pasukan Islam untuk menghadapi Naqfur dan pasukannya. Lalu Alloh mengalahkan Naqfur dengan kekalahan yang telak. Mereka para pemuda yang engkau katakan bahwa mereka itu pengecut, mereka mengatakan kepadamu: "Kami tidak gentar dengan gemerincing pedang dan kami tidak takut dengan tombak, jawaban kami adalah apa yang akan kamu lihat bukan apa yang akan kamu dengar." Mereka saling berlomba-lomba untuk membunuh dan memerangi kalian sebagaimana orang-orang Aus dan Khozroj berlomba-lomba untuk memerangi kaum musyrikin. Salah seorang diantara mereka mengatakan: Mereka telah memanggul senjata diatas pundak-pundak mereka selama sepuluh tahun di Afghonistan. Dan mereka telah berjanji untuk terus memanggulnya untuk melawan kalian sampai kalian keluar dalam keadaan gagal, kalah dan terhina — dengan izin Alloh — selama nadi mereka masih berdenyut dan mata mereka masih melek. Dan tindakan mereka itu seolah mengatakan: Dan sesungguhnya celaanmu kepada anak cucu para sahabat ra, dengan mengatakan bahwa mereka itu pengecut, dan ancamanmu bahwa engkau tidak akan keluar dari negeri Haromain, sungguh ini tidak seimbang. Dan obatnya bagi para pemuda Islam adalah berlagak gila, sebab mereka itu ibarat apa yang dikatakan dalam syair: Sesungguhnya menurut syar’i dan akal sehat, wajib bagi kami untuk menteror kalian ketika kalian memanggul senjata di atas negeri kami. Dan ini adalah hak yang sah menurut semua orang, bahkan menurut semua makhluk hidup. Kalian itu bagi kami adalah ibarat seekor ular yang masuk ke dalam rumah seseorang, lalu orang tersebut membunuhnya. Dan sungguh pengecut jika ada orang yang membiarkan kalian memanggul senjata berjalan dalam keadaan aman dan tenang di dalam negerinya. Para pemuda tersebut sungguh jauh berbeda dengan tentara-tentara kalian. Karena yang menjadi persoalan kalian di dalam tentara kalian adalah bagaimana caranya menjadikan tentara kalian mau untuk berperang, sedangkan yang menjadi persoalan kami adalah bagaimana caranya para pemuda itu mau menunggu giliran mereka untuk melaksanakan ?amaliyat dan perang. Sungguh alangkah mengagumkannya para pemuda tersebut. Maka layak mereka itu untuk dipuji dan dihormati, karena mereka telah bangkit membela Islam pada saat pemerintah telah menyesatkan orang-orang yang terkemuka, lalu menempatkan mereka untuk mengeluarkan fatwa yang tidak mempunyai sandaran dari kitabulloh maupun sunnah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, untuk menyerahkan Masjid Al Aqsho kepada Yahudi, dan memperbolehkan tentara-tentara Nasrani memasuki negeri Haromain. Dan sesungguhnya pemelintiran terhadap nash-nash itu tidak dapat merubah kenyataan ini sedikitpun. Mengenai celaan terhadap orang-orang yang tidak berjihad dan pujian terhadap para mujahidin tersebut, dikatakan di dalam sebuah syair: Kakek mereka ?Ashim bin Tsabit ra mengatakan, tatkala orang-orang kafir meminta kepadanya untuk gencatan senjata dan menghentikan peperangan: Dan sesungguhnya para pemuda itu menganggap kalian sebagai orang-orang yang bertanggung jawab atas semua tindakan yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, saudara-saudara kalian di Palestina dan di Lebanon, berupa pembunuhan, pengusiran dan pelecehan terhadap kehormatan umat Islam. Karena kalian telah memberikan bantuan harta dan persenjataan kepada mereka secara terang-terangan di siang bolong. Dan sesungguhnya anak-anak Irak, yang telah mati lebih dari 600 ribu9 lantaran kekurangan gizi dan obat akibat embargo yang kalian lakukan secara dholim terhadap negarak Irak dan rakyatnya mereka adalah anak-anak kami, kalianlah bersama pemerintahan Saudi yang harus bertanggung jawab akan darah orang-orang yang tidak berdosa, semua itu menjadikan setiap perjanjian kalian dengan kami batal. Sesungguhnya Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam mengganggap perjanjian Hudaibiyah adalah hanya mainan setelah salah satu suku Quraisy Bani Bakar telah menyerang Bani Khuza’ah, sekutu Rosulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka kemudian beliau memerangi Quroisy dan menaklukkan Makkah, dan juga perjanjian dengan Bani Qoinuqo’ telah batal (rusak), karena ada salah seorang Yahudi diantara mereka telah menyakiti seorang perempuan di pasar. Lalu bagaimana dengan pembunuhan kalian terhadap ratusan ribu kaum muslimin, dan pembolehan kalian bagi mereka untuk tinggal menodai kesucian mereka. Dengan semua itu muncul orang-orang yang menganggap bahwa darah pasukan musuh Amerika yang menjajah negeri kaum muslimin ini adalah ma’shum (terjaga), sesungguhnya mereka hanyalah orang-orang yang berulang kali mengatakan terpaksa mengikuti apa yang diinginkan oleh pemerintah karena takut dari tindakannya yang sadis dan kejam serta karena keinginan untuk selamat. Dan kewajiban bagi setiap kabilah di Jazirah Arab adalah hendaknya mereka berjihad fi sabilillah dan membersihkan buminya dari para penjajah. Dan Alloh mengetahui bahwa darah mereka adalah sia-sia atau halal darahnya dan harta mereka adalah ghonimah (harta rampasan) serta barangsiapa yang telah membunuh seorang tentara maka dia boleh merampas miliknya. Alloh berfirman di dalam ayat pedang: Para pemuda itu yakin, bahwa kehinaan yang melanda kaum muslimin ini, yaitu berupa penjajahan terhadap tanah-tanah suci mereka tidak akan hilang dan tidak akan hancur kecuali dengan jihad dan bahan-bahan peledak. Mereka selalu mengulang-ulang perkataan seorang penyair yang berbunyi: Adapun kepada para pemuda di dunia Islam yang telah berjihad di Afghonistan, Bosnia Herzegovina dengan harta dan jiwa mereka serta lisan dan pena-pena mereka, saya katakan bahwa peperangan belum usai. Dan saya ingatkan mereka dengan sebuah hadits Jibril bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam setelah terjadi perang Ahzab: Dan para pemuda tersebut yakin bahwa orang yang tidak mati terbunuh, ia tetap akan mati, padahal kematian yang paling mulia bagi kami adalah mati terbunuh di jalan Alloh. Dan para pemuda tersebut selalu mengulang-ulang perkataan kakek mereka, seorang sahabat yang agung, yaitu Abdulloh bin Rowahah ra, terutama setelah terbunuhnya empat orang pahlawan yang meledakkan orang-orang Amerika di Riyadh. Para pemuda itu telah mengangkat kepala umat ini tinggi-tinggi, dan menghinakan musuh-musuh mereka yaitu para penjajah Amerika, dalam sebuah aksi serangan yang sangat berani: Dan juga perkataan Ja’far ra: Sedangkan ibu-ibu, akhwat-akhwat, kaum wanita dan anak-anak wanita kami, mereka mengambil shahabiyat yang agung ra sebagai suri tauladan mereka setelah Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, dan mengikuti jejak-jejak sejarah mereka yang berani dan penuh pengorbanan, serta berinfak untuk membela agama Alloh ta’ala, dan mereka juga selalu mengenang keberanian dan kepahlawanan Fathimah binti Khothob ra di dalam menyatakan kebenaran di depan saudaranya, Umar bin Khothob, sebelum dia masuk Islam, dan tantangannya terhadap Umar setelah Umar mengetahui bahwa Fathimah telah masuk Islam, Fathimah mengatakan kepada Umar: "Apa pendapatmu jika agama yang benar itu bukanlah agamamu hai Umar!?" Mereka juga selalu mengenang sikap Asma’ binti Abu Bakar pada waktu hijrah, dia menyobek ikat pinggangnya menjadi dua, lalu salah satunya digunakan untuk mengikat bekal makanan yang dibawa oleh Rosululloh dan Abu Bakar di dalam perjalanannya menuju Madinah. Oleh karena itulah dia dijuluki Dzaatun Nithooqoini (yang memiliki dua ikat pinggang). Mereka juga selalu mengenang sikap Nasiibah binti Ka’ab yang membela Rosululloh ketika perang Uhud sampai dia terkena 12 luka, diantaranya luka yang dalam pada pundaknya. Mereka juga selalu mengenang para shahabiyat yang menginfakkan perhiasan mereka untuk menyiapkan pasukan kaum muslimin yang berperang di jalan Alloh. Dan kaum wanita kita pada hari ini telah memberikan contoh yang baik dalam berinfak fi sabilillah, dan dalam memberi memotifasi anak-anak, saudara-saudara dan suami-suami mereka untuk berjihad fi sabilillah. Hal itu terjadi di Afghonistan, di Bosnia Herzegovina, di Chechnya dan di tempat-tempat lainnya. Kita memohon kepada Alloh semoga Alloh menerima amalan mereka dan semoga Alloh membebaskan anak-anak, bapak-bapak, suami-suami dan saudara-saudara mereka, juga semoga menambah iman mereka dan meneguhkan mereka di atas jalan ini, jalan yang penuh dengan pengorbanan dalam upaya memperjuangkan kalimat Alloh supaya menjadi yang paling tinggi. Dan sesungguhnya para wanita kami tidak meratapi kepergian seseorang kecuali yang berperang fi sabilillah, sebagaimana yang dikatakan: Mereka juga mengobarkan semangat saudara-saudara mereka untuk berjihad fi sabilillah sebagaimana yang dikatakan oleh seorang syair: Wahai saudara-saudara kami, kaum muslimin di seluruh dunia: Maka wahai pasukan Alloh, majulah … telah tiba saatnya untuk menyerang maka seranglah, ketahuilah bahwa bersatunya kalian dan saling tolong menolong kalian demi untuk membebaskan kesucian Islam adalah sebuah langkah yang benar untuk menyatukan umat dibawah bendera kalimat tauhid. Dan tidak ada yang pantas kita lakukan dalam keadaan seperti ini kecuali mengangkat tangan dengan penuh kekhusu’an, memohon kepada Alloh supaya menganugerahkan bimbingan dan petunjuk kepada kita dalam semua urusan. Ya Alloh! Sesungguhnya ulama’-ulama’ Islam yang tulus, dan para pemuda yang sholih telah dipenjara! Ya Alloh bebaskanlah mereka. Ya Alloh teguhkanlah mereka! Ya Alloh uruslah secara baik orang-orang yang mereka tinggalkan. Ya Alloh! Sesungguhnya kaum salib telah datang dengan pasukan kavileri dan dan invanteri mereka, dan mereka menghalalkan negeri Haromain, dan sesungguhnya kaum Yahudi telah berbuat kerusakan di Masjid Al Aqsho tempat isro’nya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam! Ya Alloh cerai beraikanlah barisan mereka! Pecah belahlah kesatuan mereka! Ya Alloh, Berikanlah kepada kami senjata mereka! Ya Alloh goncangkanlah bumi dari bawah kaki mereka! Ya Alloh sesungguhnya kami jadikan Engkau berada di leher-leher mereka dan kami berlindung kepadamu dari kejahatan mereka. Ya Alloh. perlihatkan kepada pada hari-hari kelam mereka! Ya Alloh, perlihatkan kepada kami akan keajaiban kekuasaanMu pada diri mereka. Ya Alloh, sesungguhnya Engkau adalah penolong kami, pembela kami, denganMu kami menyerang dan denganMu kami menyerbu, dan denganMu kami berperang, Engkaulah sebaik-baik pelindung. Ya Alloh, sesungguhnya para pemuda telah bersatu untuk membela agamaMu dan mengibarkan benderaMu! Ya Alloh berilah pertolongan dari sisiMu dan satukanlah hati mereka! Ya Alloh, Teguhkanlah para pemuda Islam, tepatkanlah sasaran mereka, damaikanlah hati-hati kaum muslimin, satukanlah barisan mereka. Ya Alloh, limpahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah kaki-kaki kami, dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir. Ya Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul, maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka menangkanlah kami atas orang-orang kafir! Ya Alloh! Anugerahkanlah petunjuk kepada umat ini yang dapat memuliakan orang-orang yang taat kepadaMu, dan dapat menghinakan orang-orang yang bermaksiat kepadaMu, yang dapat menyuruh dalam kebaikan dan mencegah kemungkaran. —– utk tau banyak tentang Syaikh usamah bin laden, bisa dapatkan film keluaran Ar Rahmah Media "The Manhattan Raid" |
Dan puncak dari serangan ini adalah kaum muslimin tertimpa musibah yang merupakan musibah terbesar yang pernah menimpa mereka sejak wafatnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam yaitu dikuasainya negeri Haromain (dua kota suci) — pusat negara Islam, tempat turunnya wahyu, sumber risalah (ajaran Islam) dan di sana terdapat Ka’bah yang mulia, kiblat seluruh kaum muslimin — oleh tentara Nasrani dari bangsa Amerika dan sekutu-sekutunya. wa laa haula wa laa quwwata illa billah.
Sejumlah anggota Majelis Syuro kerajaan Arab Saudi – semacam parlemen Saudi – melontarkan kritik keras terhadap Kementerian Kebudayaan dan Informasi terkait tuduhan pelanggaran syariah. Pelanggaran yang dimaksud adalah tampilnya sosok perempuan yang bermake-up dalam sejumlah media informasi Arab Saudi.
Pembagian Negara dan Penduduk Dunia dalam Islam